Mencegah Penyakit Gagal Ginjal

Mencegah Penyakit Gagal Ginjal


Untuk mencegah terjadinya kondisi gagal ginjal, dan apabila menjumpai keadaan seperti itu, maka segeralah pergi dan konsultasikan ke dokter.

Untuk mengetahui tingkatan dari proses gagal ginjal biasanya seseorang diukur dari level creatine-nya, yaitu kotoran yang dapat dihilangkan oleh ginjal yang berfungsi dengan baik.

Untuk dapat mengetahui level creatine yang dapat dihilangkan biasanya dilakukan pengukuran contoh air kencing selama 24 jam dan contoh darah.

Bisa juga dengan mengukur contoh darah dengan melihat creatine yang ada di dalamnya dibandingkan dengan nilai standart setelah ditimbang dengan tinggi, berat badan dan usia seseorang.

Kondisi Gagal Ginjal

Seseorang dianggap normal jika nilai creatinenya 97-137 mL/min untuk laki-laki, dan 88-128 mL/min untuk perempuan. Ada juga ukuran lain yaitu Glomerular Filtration Rate (GFR) yang menggambarkan kecepatan ginjal membersihkan darah.

GFR ini diukur diukur dengan ukuran mililiter per menit, dimana ukuran normalnya adalah sekitar 90 mL/min. Jadi andaikan seseorang mempunyai ukuran normal sebesar 100 mL/min, artinya orang yang bersangkutan ginjalnya berfungsi dengan baik 100 persen.




Kalau pada pemeriksaan lainnya, yang tentunya berbeda waktu, ternyata nilai pembersihan creatine menurun menjadi sekitar 30mL/min, artinya ginjalnya bisa dikatakan berfungsi hanya sebesar 30 persen. Orang yang bersangkutan bisa dikatakan mengalami gagal ginjal yang moderat.


Pencegahan Gagal Ginjal

Ada beberapa langkah yang bisa diambil kalau penyakit kronis ginjal masih pada tahapan rendah dan moderat. Pencegahan gagal ginjal yaitu Pertama, tekanan darah harus dipelihara pada tingkat sekitar 125/75 atau lebih rendah, kalau seseorang mempunyai penyakit diabetes.

Lalu melakukan kontrol yang ketat agar pengembangan kegagalan ginjal dapat diperlambat. Kalau tidak ada diabetes, tekanan darah sebaiknya dipelihara pada tingkatan sekitar 130/85 atau lebih rendah.

Pada penderita diabetes dengan nilai hemoglobin A1c, yang menjadi ukuran adalah kadar gula. Dalam 2 atau 3 bulan terakhir nilai kadar gula pasien tersebut haru dipelihara kurang dari 6,5 persen.

seseorang yang diyakini mempunyai gejala sakit ginjal tetap bisa menjalani kehidupan normal dengan baik. Bahkan di anjurkan tetap berolah raga denga teratur dan makan dengan makanan yang wajar.

Ada juga anjuran untuk mengatur diet, tetapi inipun tidak terlampau menyusahkan. diet untuk mereka yang mempunyai tanda-tanda awal sakit ginjal tidak perlu dirisaukan, kecuali bagi mereka yang merokok. Para ahli menganjurkan untuk menghentikan kebiasaan merokok sama sekali.

Keadaan fungsi ginjal hanya tinggal sekitar 15 persen atau kurang biasanya mengalami gangguan yang cukup berat.

Kegagalan ginjal berat ini ditandai dengan sesak nafas, cepat lelah, kram otot, atau pusing-pusing dan muntah. Umumnya dokter ahli ginjal, berdasarkan analisis pemeriksaan laboratorium akan menganjurkan penderita melakukan hemodialisa atau cuci darah.


Anjuran itu juga apabila seserang penderita mempunyai kemungkinan gagal ginjal pada fase ke-4, yaitu kalau nilai GFR-nya sudah menunjukan angka kurang dari 30 mL/min.

Mereka yang mempunyai nilai GFR rendah dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokternya untuk mempelajari berbagai berbagai jenis dialisa yang cocok dengan kondisinya. Kalau sudah diketahui apa yang cocok, dokter dan pasien umumnya bersama-sama melakukan persiapan sebelum proses hemodialisa itu untuk dikerjakan.


frekuensi hemodialisa tergantung kondisi pasien masing-masing. Ada yang melakukannya sekali saru minggu, dua kali satu minggu. dan juga ada yang harus melakukannya tiga kali dalam satu minggu. Pada umumnya setiap kali dilakukan Hemodialisa diperlukan waktu sekitar 3 - 4 jam.